Indonesia's SDGs Action Awards 2026 · Kategori Perguruan Tinggi

Academic Health System Unpad

Menghubungkan pendidikan, pelayanan, riset, dan pemberdayaan masyarakat menjadi satu siklus umpan balik pada wilayah geografis terdefinisi, melalui tiga pilar: transformative learning, community engagement, dan translational research.

SDG 3 · Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4 SDG 10 SDG 17
Pelaksana: Universitas Padjadjaran Tanggal potong data: 21 September 2026 Status: Masih berjalan Anggaran: belum dirilis

Sebaran lokasi

Titik dibaca langsung dari koordinat institusi di JEJAK, bukan diletakkan manual. Lokasi yang koordinatnya belum terisi tidak muncul di peta dan jumlahnya disebut apa adanya di bawah.

Lokasi dokter desa — 45 terpetakan dari 57 Wahana AHS (klinik & rumah sakit) — 105 terpetakan dari 163

12 lokasi dokter desa dan 58 wahana belum punya koordinat yang terbaca, sehingga tidak tampil sebagai titik. Kolom koordinat pada sebagian baris masih berisi tautan peta pendek yang perlu ditelusuri lebih dulu, bukan angka lintang dan bujur.

Kabupaten/kota se-Jawa Barat tempat wahana aktif dan lokasi dokter desa berada — 22 kabupaten/kota

Kabupaten Bekasi 31
Kabupaten Garut 31
Kabupaten Bandung 16
Kabupaten Bogor 15
Kota Bandung 14
Kabupaten Sumedang 13
Kota Tasikmalaya 13
Kabupaten Cianjur 10
Kabupaten Karawang 10
Kabupaten Tasikmalaya 8
Kabupaten Majalengka 7
Kabupaten Subang 7
Kabupaten Cirebon 6
Kabupaten Indramayu 6
Kabupaten Kuningan 6
Kabupaten Ciamis 5
Kabupaten Sukabumi 5
Kota Banjar 5
Kabupaten Bandung Barat 3
Kabupaten Purwakarta 3
Kota Bekasi 2
Kabupaten Pangandaran 1

Angka di samping nama adalah jumlah lokasi (wahana aktif dan lokasi dokter desa) di kabupaten/kota itu. Kolom kabupaten pada data institusi adalah teks bebas: ejaannya dibakukan ke nama resmi kabupaten/kota Jawa Barat, dan baris yang kosong atau tak dikenali tidak dihitung, jadi daftar ini adalah batas bawah sebaran wilayah, bukan sensus. Angka borang menyebut 159 Wahana AHS (110 klinik dan 49 rumah sakit), 81 di antaranya berikat perjanjian tercatat di JEJAK di 16 kabupaten/kota, dan 57 lokasi dokter desa di 18 kabupaten, ditarik pada 21 September 2026.

Dua jalur pelaksanaan

Keduanya berada di bawah satu sistem, tetapi terpisah secara kelembagaan dan lokasi — tidak berbagi mitra maupun mekanisme penentuan lokasi. Membacanya sebagai satu jejaring adalah kesalahan yang paling sering terjadi pada program ini.

UNPAD-CLIC

Kepaniteraan longitudinal terintegrasi

Memindahkan pendidikan profesi dokter dari rumah sakit ke layanan primer.

Beban studi
72 SKS dalam 4 semester
Penempatan
4–5 bulan per lokasi
Rasio preseptor
1 : 5–6 mahasiswa
Jejaring
110 klinik dan 49 rumah sakit
Sebaran
Wahana berikat perjanjian di 16 kabupaten/kota
Kelembagaan
Fakultas Kedokteran Unpad — perjanjian kerja sama per wahana

Program Dokter Desa

Dokter tinggal di desa lokus

Penempatan dokter pada desa miskin ekstrem dan berakses sulit, dengan Unpad sebagai lembaga pengelola resmi.

Cakupan
57 lokasi di 18 kabupaten
Target luar gedung
Minimal 20 jam per minggu
Mulai
Agustus 2025, diperluas sepanjang 2026
Kriteria lokus
Desa miskin ekstrem dan/atau akses geografis sulit
Kelembagaan
Perjanjian tripartit Provinsi – 18 Kabupaten – Unpad

Rantai input, proses, output, outcome

Tulang punggung argumen efektivitas. Dibaca berurutan dari kiri ke kanan.

Input
  • Tata kelola AHS tingkat universitas pada tim PPI AHS Unpad
  • Komite AHS 15 dosen lintas departemen
  • 12 Academic Club
  • Perjanjian kerja sama Provinsi – 18 Kabupaten – Unpad
  • APBD Provinsi Jawa Barat untuk honorarium dokter desa
  • Anggaran Unpad untuk seluruh honorarium preseptor
  • Kurikulum Padjadjaran MedLINC 72 SKS
Proses
  • Reformasi kurikulum dengan pendekatan Kern enam langkah
  • Pelatihan preseptor 1.854 participant-hours
  • Rotasi 4–5 bulan per lokasi, rasio preseptor 1:5–6
  • Rencana kerja bulanan dokter desa disahkan Kepala Puskesmas
  • Pelaporan berjenjang ke Puskesmas, Dinkes Kabupaten, Dinkes Provinsi
  • Pencatatan satu pintu di JEJAK, sistem informasi yang berjalan sejak 2020
Output
  • 865 mahasiswa menjalani 2.841 penempatan rotasi di 81 Wahana AHS berikat perjanjian
  • 101 preseptor lapangan membimbing di wahana
  • 49 dari 57 dokter desa melaporkan kegiatan rutin
  • 1.932 kegiatan berlabel SDG dengan 57.792 penerima manfaat
  • 133 Community Project di 126 desa bersama 109 puskesmas
Outcome
  • Peningkatan mutu dan pemerataan layanan kesehatan
  • Peningkatan pemanfaatan inovasi pendidikan tinggi dan kebijakan berbasis bukti
  • Peningkatan literasi kesehatan dan keterlibatan masyarakat

Tiga outcome yang ditetapkan, beserta delapan intermediate outcome. Pengukuran outcome kesehatan populasi belum dilakukan — lihat Keterbatasan.

Capaian terukur

Seluruh angka pada bagian ini adalah angka yang tertulis di dokumen borang, ditarik dari basis data produksi pada 21 September 2026 lalu dibekukan. Arahkan kursor ke sebuah angka untuk melihat sumber dan catatannya. Di bawah tiap kelompok tersedia penelusuran ke halaman rekap publik — daftar perjanjian untuk klaim kerja sama, rekap penilaian klinis per wahana untuk klaim e-portfolio, dan seterusnya. Seluruhnya terbuka tanpa akun dan tidak memuat data per orang.

Pendidikan dan jejaring wahana

Bukti bahwa pemindahan pendidikan profesi ke layanan primer sudah berjalan, bukan rencana.

865mahasiswa
Mahasiswa menjalani rotasi
Mahasiswa unik dengan penempatan di Wahana AHS berikat kerja sama
2.841penempatan
Penempatan rotasi
Satu mahasiswa dapat menjalani lebih dari satu penempatan
159institusi
Wahana AHS
110 klinik dan 49 rumah sakit; 81 di antaranya berikat perjanjian yang tercatat di JEJAK, di 16 kabupaten/kota; tumbuh dari 40 klinik pada awal 2024
101preseptor
Preseptor lapangan
Seluruh honorarium ditanggung Universitas Padjadjaran
23.648kegiatan
Kegiatan klinis
Kegiatan klinis mahasiswa di klinik dan rumah sakit jejaring; posisi 6 September 2026, dihitung lewat pencocokan nama wahana pada logbook
23.626kasus
Kasus pasien nyata
Terdokumentasi menyertai kegiatan klinis di atas; posisi 6 September 2026
3.399penilaian
Penilaian formatif
963 Mini-CEX dan 2.436 DOPS
2.074penilaian
Penilaian Longcase
Atas 811 mahasiswa, skor rata-rata 81,3 persen
1.854participant-hours
Pelatihan preseptor
Tiga domain: clinical teaching and assessment, Evidence-Based Case Report, dan community project
Telusuri ke data JEJAK — 8 rekap yang mendasari angka di atas
RekapTercatat hari iniTempat datanya
Penempatan rotasi di wahana ber-perjanjian 3.003 penempatan Rekap rotasi & penilaian per wahana
Mahasiswa unik pada penempatan tersebut 902 mahasiswa Rekap rotasi & penilaian per wahana
Preseptor unik pembimbing 106 preseptor Daftar wahana & lokasi
Mini-CEX tercatat
Menjangkau 795 dari 3.003 penempatan
1.100 evaluasi Rekap rotasi & penilaian per wahana
DOPS tercatat 2.820 evaluasi Rekap rotasi & penilaian per wahana
Refleksi pembelajaran tertaut rotasi 632 refleksi Rekap rotasi & penilaian per wahana
Penilaian Longcase
811 mahasiswa, rata-rata 81,3 persen. Angka system-wide, bukan hanya wahana AHS
2.074 penilaian Rekap rotasi & penilaian per wahana
Logbook klinis tercatat
1.917 sudah diverifikasi preseptor
68.658 logbook Rekap logbook klinis

Layanan dan masyarakat

Jangkauan Program Dokter Desa dan pengabdian Academic Club di desa lokus.

57lokasi
Lokasi dokter desa
Tersebar di 18 kabupaten
49dari 57 lokasi
Dokter desa melaporkan kegiatan rutin
1.932kegiatan
Kegiatan berlabel SDG
Kegiatan AHS dan pengabdian masyarakat yang sudah berlabel goal SDG
57.792orang
Penerima manfaat
Terdeduplikasi
133proyek
Community Project
Di 126 desa bersama 109 puskesmas
77persen
Community Project berdesain evaluasi sebelum–sesudah
0 → 4dari 4 kader
Kader mampu menjelaskan perilaku berisiko hipertensi
Contoh hasil terukur, Desa Cimanggis, Kabupaten Bogor; nilai keterampilan pemeriksaan pascapelatihan 82,1 persen
Telusuri ke data JEJAK — 4 rekap yang mendasari angka di atas
RekapTercatat hari iniTempat datanya
Lokasi dokter desa terdaftar 57 lokasi Daftar wahana & lokasi
Kegiatan lapangan tercatat 1.823 kegiatan Kegiatan lapangan per lokasi
Kegiatan Academic Club 133 kegiatan Kegiatan berlabel SDG per lokasi
Program kerja wahana 57 program Daftar wahana & lokasi

Tata kelola

Pelembagaan yang membuat program tidak bergantung pada individu maupun proyek berdurasi tetap.

119perjanjian
Perjanjian kerja sama terverifikasi
110 PKS dan 9 MoU, mencakup 81 institusi wahana unik. Saat menyebut jumlah mitra, gunakan jumlah institusi, bukan jumlah perjanjian
15dosen
Anggota Komite AHS
Lintas departemen
12club
Academic Club
8dosen
Dosen pendamping monev
26sesi
Sesi monev dosen pendamping
19 di antaranya disertai rekomendasi tertulis
1 → 12–36desa per bulan
Cakupan pencatatan kegiatan lapangan
Meluas sejak April 2026; puncak 36 desa pada Mei 2026, September masih berjalan
29lokasi
Lokasi dengan kegiatan SDG pada dua tahun berbeda
Telusuri ke data JEJAK — 5 rekap yang mendasari angka di atas
RekapTercatat hari iniTempat datanya
Perjanjian tertaut institusi wahana
122 PKS dan 9 MoU
131 perjanjian Daftar perjanjian wahana
Institusi wahana unik yang terikat perjanjian
Jumlah mitra dihitung dari institusi, bukan dari jumlah perjanjian
88 institusi Daftar perjanjian wahana
Mitra unik pada perjanjian tersebut 92 mitra Daftar perjanjian wahana
Perjanjian berstatus aktif 108 perjanjian Daftar perjanjian wahana
Evaluasi kurikulum transformatif terkirim
Skor rerata lintas peran 2,90 pada 33 wahana
190 respons Rekap evaluasi kurikulum (monev)

Pertumbuhan jejaring wahana

Dua titik yang tercatat di borang. Deret lengkapnya per triwulan — dihitung dari tanggal mulai berlaku PKS pertama tiap wahana — ada pada grafik penambahan wahana.

40institusi
Awal 2024
81institusi
21 September 2026

Pemetaan 12 Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan

Instrumen nasional pencapaian SDG 3 di tingkat kabupaten/kota. Jenis layanan yang dijalankan program dipetakan langsung pada dua belas jenis layanan ini.

  1. 01Pelayanan kesehatan ibu hamil
  2. 02Pelayanan kesehatan ibu bersalin
  3. 03Pelayanan kesehatan bayi baru lahir
  4. 04Pelayanan kesehatan balita
  5. 05Pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar
  6. 06Pelayanan kesehatan pada usia produktif
  7. 07Pelayanan kesehatan pada usia lanjut
  8. 08Pelayanan kesehatan penderita hipertensi
  9. 09Pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus
  10. 10Pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat
  11. 11Pelayanan kesehatan orang terduga tuberkulosis
  12. 12Pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV

Status capaian per jenis SPM belum didata di JEJAK, jadi kolom status sengaja dibiarkan kosong alih-alih diisi tanda centang yang tidak punya dasar. Pemetaan rinci per SPM ada pada dokumen borang, dan pengukuran capaiannya dijadwalkan bersama Dinas Kesehatan, BAPPEDA, dan Inspektorat.

Inklusivitas — no one left behind

Keberpihakan program bukan pernyataan nilai, melainkan kriteria seleksi lokasi yang tertulis: desa lokus dipilih justru karena kesulitannya, bukan karena kemudahannya.

Kelompok berisiko tertinggalHambatanCara program menjangkau
Masyarakat desa miskin ekstrem Ketidakmampuan membiayai dan menjangkau layanan Kriteria lokus secara eksplisit mensyaratkan desa miskin ekstrem; dokter ditempatkan dan bertempat tinggal di desa
Masyarakat desa dengan akses geografis sulit Jarak, medan, biaya transportasi Tempat tinggal dokter dapat diakses 24 jam termasuk untuk kegawatdaruratan; layanan di Poskesdes dan Posyandu
Ibu hamil berisiko tinggi Keterbatasan mobilitas, deteksi terlambat Kunjungan rumah untuk kasus khusus; pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir sebagai bagian 12 SPM
Bayi, balita, dan anak usia pendidikan dasar Ketergantungan pada pengasuh; kematian bayi Jawa Barat yang meningkat Kegiatan Posyandu (KIA–KB–gizi); pelayanan balita dan usia pendidikan dasar
Lanjut usia Mobilitas terbatas, penyakit kronis ganda Kunjungan rumah; pelayanan kesehatan usia lanjut
Orang dengan gangguan jiwa berat Stigma, isolasi, putus pengobatan Kunjungan rumah untuk kasus khusus; kompetensi ODGJ menjadi materi wajib peningkatan kompetensi dokter desa
Remaja Layanan kesehatan reproduksi dan mental kurang terjangkau Skrining dan edukasi remaja mencakup kesehatan reproduksi dan kesehatan mental
Orang terduga TBC dan berisiko HIV Stigma, keterlambatan diagnosis Penanganan penyakit menular prioritas sebagai bagian 12 SPM
Penderita hipertensi dan diabetes melitus Cakupan pengukuran dan tatalaksana yang masih rendah Skrining dan tatalaksana penyakit tidak menular sebagai bagian 12 SPM
Pasien tidak mampu dan terpinggirkan (konteks pendidikan) Kerap tidak terlihat dalam pendidikan berbasis rumah sakit Transformative learning menempatkan mahasiswa pada kunjungan rumah pasien dan keluarga kurang beruntung, membangun kesadaran atas ketimpangan kesehatan

Penilaian mandiri manfaat

Skala 1 sampai 5 dari formulir pengajuan. Keempat aspek sengaja tidak dirata-ratakan menjadi satu nilai gabungan: skor rendah pada aspek lingkungan adalah pernyataan yang disengaja, bukan kekurangan yang perlu diratakan.

Sosial

Akses layanan di desa tersulit 5/5
Jangkauan penerima manfaat 5/5
Literasi dan kapasitas kader 4/5
Pemerataan tenaga dokter 4/5
Kesadaran keadilan sosial calon dokter 4/5

Ekonomi

Penghematan biaya akses pasien 3/5
Pencegahan menekan biaya kuratif 3/5
Penyerapan tenaga profesional daerah 3/5
Efisiensi belanja kesehatan daerah 2/5

Lingkungan

Pengurangan perjalanan pasien dan rujukan 2/5
Pengendalian penyakit menular berbasis lingkungan 2/5
Dorongan sanitasi dasar 1/5

Tata kelola

Pelembagaan lewat PKS dan juknis 5/5
Keberlanjutan pembiayaan multi-sumber 5/5
Sistem pelaporan berjenjang 4/5
Budaya perbaikan berbasis monev 4/5

Keberlanjutan

Melekat pada kelembagaan dan anggaran reguler dua institusi, bukan pada hibah berdurasi tetap.

PenopangIsi
Tata kelola kelembagaan Di tingkat Universitas Padjadjaran, tata kelola Academic Health System dipegang tim PPI AHS; di tingkat fakultas, Komite AHS dan 12 Academic Club menjaga agenda akademiknya. Dari pijakan universitas itu penerapan AHS kini mulai dijajaki lintas profesi kesehatan, tidak lagi terbatas pada pendidikan kedokteran.
Academic Health System Universitas Padjadjaran
Sistem informasi Pencatatan portofolio berjalan sejak 2020 pada aplikasi Glide Portfolio Kedokteran, lalu dimigrasikan ke JEJAK. Satu sistem dipakai bersama mahasiswa, dosen, preseptor, dokter desa, dan pemangku kepentingan; halaman publik ini dibangun langsung dari basis datanya.
Yang terekam di JEJAK hari ini
Transfer knowledge Publikasi Agustian dkk., Advances in Medical Education and Practice, 2024 (akses terbuka); 13 abstrak pada WFME World Conference 2025 yang terbit di Medical Education; seminar nasional Longitudinal Integrated Clerkship atas undangan FK IPB University.
Abstrak WFME World Conference 2025
Replikasi dan perluasan 159 Wahana AHS (110 klinik dan 49 rumah sakit); adopsi dan rujukan oleh IPB University dan UPI; rencana konsorsium fakultas kedokteran menuju 2030.
Peningkatan kapasitas Pelatihan preseptor 1.854 participant-hours pada tiga domain; pembekalan dan peningkatan kompetensi dokter desa minimal sekali setahun; e-portfolio penilaian programatik.
Dokumentasi pelatihan preseptor dan pembekalan dokter desa
Alokasi sumber daya Honorarium dokter desa dari APBD Provinsi Jawa Barat; seluruh honorarium preseptor dari Universitas Padjadjaran; fasilitas kesehatan, sarana operasional, dan tempat tinggal dari Pemerintah Kabupaten. Melekat pada anggaran reguler, bukan hibah berdurasi tetap.

Publikasi dan diseminasi

Bukti bahwa pengetahuan program ini terbuka untuk ditelaah dan diadopsi pihak lain. Tiap judul membawa klaim borang yang ditopangnya, supaya tidak perlu ditebak satu per satu.

PublikasiTerbitanMenopang klaim
Agustian dkk., Academic Health System Framework for Health Services Transformation: A Perspective View from West Java, Indonesia.
doi.org/10.2147/AMEP.S474314
Advances in Medical Education and Practice, 2024 Model AHS
WFME World Conference 2025 — 13 abstrak.
Abstrak dipublikasikan di Medical Education (Wiley)
doi.org/10.1111/medu.70063
Medical Education, 2025 Kurikulum transformatif, UNPAD-CLIC, sistem penilaian
13 abstrak WFME World Conference 2025
JudulPenyajiMenopang klaim
Strengthening primary healthcare through Longitudinal Integrated Clerkship: A sustainable academic health system approach at Universitas Padjadjaran Nita Arisanti dkk. UNPAD-CLIC dan layanan primer
Enhancing continuity of care and professionalism through the patient cohort method in Longitudinal Integrated Clerkships Indah Amelia dkk. Longcase (patient cohort)
Strategies for selecting health facilities in medical education: Aligning with work environments for future doctors Insi Farisa Desy Arya dkk. Pemilihan wahana
The advancement of a digital e-Portfolio to augment medical education, clinical competencies, professional conduct and student evaluation via reflective practice and remote surveillance Muhammad Hasan Bashari dkk. E-portfolio penilaian
The integration of education, research and community services through the transformative curriculum at Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran Mas Rizky A. A. Syamsunarno dkk. Integrasi pendidikan, riset, pengabdian
Correlation between self-regulated learning skills and academic performance in transformative medical curriculum implementation in Indonesia Eko Fuji Ariyanto dkk. Kurikulum transformatif
Assessing character, communication skills, critical thinking skills, collaborative competency, citizenship and creativity of the medical students in the cross year-group tutorial Yunisa Pamela dkk. Kurikulum transformatif
Fostering collaborative learning and peer teaching through cross-year-group Yuni Susanti Pratiwi dkk. Kurikulum transformatif
Using design thinking to learn physiology through project-based learning Yuni Susanti Pratiwi Kurikulum transformatif
Integrating physical wellness into curriculum: Enhancing cardiovascular learning through experiential learning Nova Sylviana dkk. Kurikulum transformatif
Assessing Professionalism in Medical Education: A Scoping Review of Valid Assessment Tools and Their Development Potential Gracia Fernanda dkk. Sistem penilaian
Mini OSCE as formative assessment for procedural skills and clinical reasoning in undergraduate medical education: Feasibility and effectiveness Yuni Susanti Pratiwi dkk. Sistem penilaian
Collaborative leadership in shaping evaluation systems: A multi-institutional approach in Indonesian medical schools Muhammad Hasan Bashari dkk. Replikasi dan kemitraan

Sumber pembiayaan

KomponenSumber dana
Honorarium dokter desaAPBD Provinsi Jawa Barat
Honorarium seluruh preseptorUniversitas Padjadjaran
Fasilitas, sarana operasional, tempat tinggalPemerintah Kabupaten
Total anggaran dan anggaran per tahunBelum dirilis

Periode pelaksanaan

WaktuFase
2020Reformasi kurikulum sarjana menjadi kurikulum transformatif; pencatatan portofolio mulai berjalan pada aplikasi Glide Portfolio Kedokteran
Desember 2022Pembentukan Komite AHS dan penyusunan kerangka formal
±2022Kohort pertama mencapai tahap profesi, AHS mulai diimplementasikan di wahana
Awal 2024Jejaring wahana mencapai 40 klinik mitra
11 Oktober 2024Publikasi model AHS pada jurnal internasional
Agustus 2025Program Dokter Desa — angkatan pertama
Maret–Mei 2026Sistem informasi dibangun ulang sebagai JEJAK dan data Glide dipindahkan — satu sistem untuk mahasiswa, dosen, preseptor, dokter desa, dan pemangku kepentingan
Januari–Desember 2026Program Dokter Desa — perluasan desa penempatan
Hari iniMasih berjalan

Terekam di JEJAK hari ini

Bagian ini dihitung ulang setiap halaman dibuka, langsung dari catatan kegiatan operasional. Angkanya bergerak terus dan karena itu tidak sama dengan angka borang di atas, yang dibekukan pada 21 September 2026. Keduanya sengaja ditampilkan terpisah: yang satu adalah posisi per tanggal potong data, yang lain adalah posisi sistem saat ini.

JEJAK bukan dasbor yang dibuat untuk pengajuan ini. Pencatatan portofolio berjalan sejak 2020 pada aplikasi Portfolio Kedokteran di Glide, lalu dimigrasikan ke jejak.pro yang kini dipakai bersama oleh mahasiswa, dosen, preseptor, dokter desa, dan pemangku kepentingan. Halaman publik ini dibangun langsung dari basis data yang sama, tanpa entri ulang.

1.947kegiatan
Kegiatan berlabel SDG
120 di antaranya sudah ditinjau manusia, sisanya masih label mesin
58.449orang
Penerima manfaat terdeduplikasi
14dari 17
Goal SDG tersentuh
29lokasi
Lokasi dengan kegiatan pada dua tahun berbeda atau lebih

Desa melaporkan kegiatan per bulan

Deret ini yang menjadi dasar klaim bahwa cakupan pencatatan meluas — satu-satunya tren pada program ini yang punya banyak titik waktu benar-benar tercatat. 13 bulan terakhir yang ada datanya.

2025-09 2026-09

Kontribusi per Goal SDG

Diurutkan dari jumlah kegiatan terbanyak. Bilah menunjukkan proporsi kegiatan yang sudah membawa bukti berupa dokumen atau tautan terhadap total kegiatan berlabel goal tersebut.

S3
SDG 3 · Kehidupan Sehat dan Sejahtera
1.945 kegiatan
58.412 penerima ✓ 118 terverifikasi
S4
SDG 4 · Pendidikan Berkualitas
334 kegiatan
16.299 penerima ✓ 19 terverifikasi
S2
SDG 2 · Tanpa Kelaparan
90 kegiatan
2.871 penerima ✓ 1 terverifikasi
S17
SDG 17 · Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
79 kegiatan
6.315 penerima ✓ 6 terverifikasi
S5
SDG 5 · Kesetaraan Gender
65 kegiatan
2.153 penerima ✓ 1 terverifikasi
S6
SDG 6 · Air Bersih dan Sanitasi Layak
34 kegiatan
2.576 penerima ✓ 4 terverifikasi
S8
SDG 8 · Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
16 kegiatan
458 penerima ✓ 1 terverifikasi
S10
SDG 10 · Berkurangnya Kesenjangan
13 kegiatan
688 penerima ✓ 1 terverifikasi
S13
SDG 13 · Penanganan Perubahan Iklim
5 kegiatan
281 penerima
S1
SDG 1 · Tanpa Kemiskinan
3 kegiatan
359 penerima ✓ 3 terverifikasi
S9
SDG 9 · Industri, Inovasi dan Infrastruktur
3 kegiatan
1.749 penerima ✓ 3 terverifikasi
S11
SDG 11 · Kota dan Permukiman Berkelanjutan
2 kegiatan
240 penerima ✓ 1 terverifikasi
S16
SDG 16 · Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
2 kegiatan
356 penerima ✓ 2 terverifikasi
S12
SDG 12 · Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
1 kegiatan
4 penerima

Rollup kesehatan komunitas se-AHS untuk periode berjalan belum terbentuk, jadi bagian itu tidak ditampilkan.

Rincian per wahana (khusus pimpinan)

Breakdown per klinik dan rumah sakit mitra, tren historis, serta peta interaktif lengkap — memerlukan akun pimpinan JEJAK.

Buka Dashboard AHS

Bukti dukung per indikator

Tiga belas indikator yang diminta panitia. Tiap indikator punya halaman bukti sendiri, dan tiap butir di dalamnya punya tautan langsung.

NoIndikatorButir yang diminta panitia
1 Informasi Umum
/sdg-dashboard/bukti/informasi-umum
Foto kegiatan; Video praktik baik; Dokumen legal/penetapan program; Dokumen profil/lokasi program
2 Kebaruan
/sdg-dashboard/bukti/kebaruan
Fact sheet kebaruan; Publikasi/model AHS; Dokumen kurikulum UNPAD-CLIC; Dokumen yang menunjukkan perbedaan pendekatan dengan praktik sebelumnya
3 Efektivitas
/sdg-dashboard/bukti/efektivitas
Rekapitulasi Monev; Data Wahana AHS; Data mahasiswa dan rotasi; Data preseptor; Data kegiatan klinis dan penilaian; Data dokter desa; Data kegiatan SDG; Data Community Project
4 Partisipasi dan Pelibatan Multi Pihak
/sdg-dashboard/bukti/partisipasi-multi-pihak
PKS tripartit; Petunjuk teknis; Daftar/tautan kerja sama; Bukti kolaborasi pemerintah; Bukti kerja sama perguruan tinggi; Bukti kerja sama klinik/rumah sakit; Dokumentasi komunitas
5 No One Left Behind
/sdg-dashboard/bukti/no-one-left-behind
Data lokasi sasaran; Dokumentasi layanan kelompok rentan; Data penerima manfaat berdasarkan kelompok; Dokumentasi layanan perempuan, anak, remaja, lansia, ODGJ/disabilitas, masyarakat miskin dan wilayah sulit akses
6 Manfaat Sosial
/sdg-dashboard/bukti/manfaat-sosial
Data penerima manfaat; Rekap kegiatan SDG; Data Community Project; Hasil evaluasi sebelum–sesudah; Dokumentasi kegiatan; Bukti peningkatan kapasitas kader
7 Manfaat Ekonomi
/sdg-dashboard/bukti/manfaat-ekonomi
Data/bukti penghematan biaya akses layanan; Data pencegahan biaya kuratif; Data tenaga profesional; Dokumen pembiayaan program; Bukti kontribusi pemerintah daerah dan Unpad
8 Manfaat Lingkungan
/sdg-dashboard/bukti/manfaat-lingkungan
Dokumentasi telekesehatan; Data/pembuktian pengurangan perjalanan; Dokumentasi pengendalian penyakit berbasis lingkungan; Bukti air bersih dan sanitasi di lokasi program
9 Manfaat Tata Kelola
/sdg-dashboard/bukti/manfaat-tata-kelola
PKS; Petunjuk teknis; Dokumen pembiayaan multi-sumber; Struktur/tim pembina; Rencana kerja bulanan; Laporan berjenjang; Data Monev; Bukti sistem pelaporan
10 Transfer Knowledge
/sdg-dashboard/bukti/transfer-knowledge
Publikasi Agustian dkk. 2024; Materi seminar/forum diseminasi; Kurikulum UNPAD-CLIC; Petunjuk teknis Program Dokter Desa; Dokumen Monev; Bukti publikasi/diseminasi lainnya
11 Replikasi atau Perluasan Lokasi
/sdg-dashboard/bukti/replikasi-perluasan
Laporan perkembangan Wahana AHS; Daftar institusi/lokasi; Data perluasan Program Dokter Desa; Bukti implementasi di kabupaten/kota lain; Bukti adopsi/rujukan oleh IPB University/UPI
12 Peningkatan Kapasitas
/sdg-dashboard/bukti/peningkatan-kapasitas
Rekap dan materi pelatihan preseptor; Data participant-hours; Materi pembekalan dokter desa; Bukti peningkatan kompetensi; Dokumentasi pelatihan kader; SOP; Bukti penggunaan e-portfolio
13 Alokasi Sumber Daya
/sdg-dashboard/bukti/alokasi-sumber-daya
Dokumen anggaran Unpad; APBD Provinsi; Bukti honorarium dokter desa; Bukti honorarium preseptor; Anggaran pelatihan; Bukti fasilitas pemerintah kabupaten; Data SDM yang terlibat

Buka seluruh halaman bukti dukung. Angka yang terekam di JEJAK ada pada bagian Terekam di JEJAK, dan bukti per kegiatan tersedia lewat Verifikasi per kegiatan akun juri. Dokumen yang dilampirkan terpisah pada berkas pengajuan (PKS tripartit, kurikulum, KAK pelatihan) ditautkan pada butirnya masing-masing bila salinannya sudah dibuka lewat Google Drive.

Tautan bukti yang dapat dibuka tanpa akun

Publikasi media sosial dokter desa — 139 tautan

Dari catatan monitoring internal di luar JEJAK: daftar kurasi manual digabung dengan ekspor sheet monev per kegiatan (tanggal, jenis, sasaran). Unggahan kunjungan rumah per pasien sengaja tidak ditautkan.

131 tautan lainnya

Keterbatasan dan rencana pengukuran

Diletakkan sebagai bagian tersendiri, bukan catatan kaki. Angka yang belum terukur ditulis apa adanya, tidak ditulis sebagai nol.

Cakupan Mini-CEX

26% penempatan

963 evaluasi pada 732 dari 2.841 rotasi. Menaikkan cakupan ini adalah prioritas perbaikan berikutnya.

Cakupan monev dokter desa

27%

Sesi monitoring dan evaluasi belum menjangkau seluruh lokasi penempatan.

Pengukuran outcome kesehatan populasi

belum dilakukan

Sedang dijadwalkan bersama Dinas Kesehatan, BAPPEDA, dan Inspektorat, menggunakan cakupan 12 Standar Pelayanan Minimal sebagai instrumen ukur.

Manfaat ekonomi dan lingkungan

estimasi, bukan pengukuran

Penghematan waktu dan ongkos warga serta perjalanan dan emisi yang terhindarkan kini dihitung dari kegiatan yang tercatat, lengkap dengan asumsi dan harga satuan yang ditampilkan terbuka — tetapi tidak ada satu pun yang diukur langsung di lapangan. Skor penilaian mandiri pada kedua aspek ini sengaja dibiarkan rendah, bukan dinaikkan agar tampak seimbang.

Konteks masalah Jawa Barat, 2024

IndikatorKondisi 2024
Penduduk50,35 juta jiwa
Desa5.957 desa
Kabupaten18 dari 27 kabupaten/kota
Kematian ibu749 (98,60 per 100.000 kelahiran hidup)
Kematian bayi5.333 (naik dari 2.959 pada 2022)
Tuberkulosis229.683 kasus
HIV positif10.638 kasus
Demam berdarah61.423 kasus (naik dari 36.608)
Pengukuran tekanan darah penderita hipertensicakupan 48,23%
Rasio puskesmassekitar 1 : 30.000 jiwa