Menghubungkan pendidikan, pelayanan, riset, dan pemberdayaan masyarakat menjadi satu siklus umpan balik pada wilayah geografis terdefinisi, melalui tiga pilar: transformative learning, community engagement, dan translational research.
Titik dibaca langsung dari koordinat institusi di JEJAK, bukan diletakkan manual. Lokasi yang koordinatnya belum terisi tidak muncul di peta dan jumlahnya disebut apa adanya di bawah.
12 lokasi dokter desa dan 58 wahana belum punya koordinat yang terbaca, sehingga tidak tampil sebagai titik. Kolom koordinat pada sebagian baris masih berisi tautan peta pendek yang perlu ditelusuri lebih dulu, bukan angka lintang dan bujur.
Kabupaten/kota se-Jawa Barat tempat wahana aktif dan lokasi dokter desa berada — 22 kabupaten/kota
Angka di samping nama adalah jumlah lokasi (wahana aktif dan lokasi dokter desa) di kabupaten/kota itu. Kolom kabupaten pada data institusi adalah teks bebas: ejaannya dibakukan ke nama resmi kabupaten/kota Jawa Barat, dan baris yang kosong atau tak dikenali tidak dihitung, jadi daftar ini adalah batas bawah sebaran wilayah, bukan sensus. Angka borang menyebut 159 Wahana AHS (110 klinik dan 49 rumah sakit), 81 di antaranya berikat perjanjian tercatat di JEJAK di 16 kabupaten/kota, dan 57 lokasi dokter desa di 18 kabupaten, ditarik pada 21 September 2026.
Keduanya berada di bawah satu sistem, tetapi terpisah secara kelembagaan dan lokasi — tidak berbagi mitra maupun mekanisme penentuan lokasi. Membacanya sebagai satu jejaring adalah kesalahan yang paling sering terjadi pada program ini.
Memindahkan pendidikan profesi dokter dari rumah sakit ke layanan primer.
Penempatan dokter pada desa miskin ekstrem dan berakses sulit, dengan Unpad sebagai lembaga pengelola resmi.
Tulang punggung argumen efektivitas. Dibaca berurutan dari kiri ke kanan.
Tiga outcome yang ditetapkan, beserta delapan intermediate outcome. Pengukuran outcome kesehatan populasi belum dilakukan — lihat Keterbatasan.
Seluruh angka pada bagian ini adalah angka yang tertulis di dokumen borang, ditarik dari basis data produksi pada 21 September 2026 lalu dibekukan. Arahkan kursor ke sebuah angka untuk melihat sumber dan catatannya. Di bawah tiap kelompok tersedia penelusuran ke halaman rekap publik — daftar perjanjian untuk klaim kerja sama, rekap penilaian klinis per wahana untuk klaim e-portfolio, dan seterusnya. Seluruhnya terbuka tanpa akun dan tidak memuat data per orang.
Pendidikan dan jejaring wahana
Bukti bahwa pemindahan pendidikan profesi ke layanan primer sudah berjalan, bukan rencana.
| Rekap | Tercatat hari ini | Tempat datanya |
|---|---|---|
| Penempatan rotasi di wahana ber-perjanjian | 3.003 penempatan | Rekap rotasi & penilaian per wahana |
| Mahasiswa unik pada penempatan tersebut | 902 mahasiswa | Rekap rotasi & penilaian per wahana |
| Preseptor unik pembimbing | 106 preseptor | Daftar wahana & lokasi |
|
Mini-CEX tercatat
Menjangkau 795 dari 3.003 penempatan |
1.100 evaluasi | Rekap rotasi & penilaian per wahana |
| DOPS tercatat | 2.820 evaluasi | Rekap rotasi & penilaian per wahana |
| Refleksi pembelajaran tertaut rotasi | 632 refleksi | Rekap rotasi & penilaian per wahana |
|
Penilaian Longcase
811 mahasiswa, rata-rata 81,3 persen. Angka system-wide, bukan hanya wahana AHS |
2.074 penilaian | Rekap rotasi & penilaian per wahana |
|
Logbook klinis tercatat
1.917 sudah diverifikasi preseptor |
68.658 logbook | Rekap logbook klinis |
Layanan dan masyarakat
Jangkauan Program Dokter Desa dan pengabdian Academic Club di desa lokus.
| Rekap | Tercatat hari ini | Tempat datanya |
|---|---|---|
| Lokasi dokter desa terdaftar | 57 lokasi | Daftar wahana & lokasi |
| Kegiatan lapangan tercatat | 1.823 kegiatan | Kegiatan lapangan per lokasi |
| Kegiatan Academic Club | 133 kegiatan | Kegiatan berlabel SDG per lokasi |
| Program kerja wahana | 57 program | Daftar wahana & lokasi |
Tata kelola
Pelembagaan yang membuat program tidak bergantung pada individu maupun proyek berdurasi tetap.
| Rekap | Tercatat hari ini | Tempat datanya |
|---|---|---|
|
Perjanjian tertaut institusi wahana
122 PKS dan 9 MoU |
131 perjanjian | Daftar perjanjian wahana |
|
Institusi wahana unik yang terikat perjanjian
Jumlah mitra dihitung dari institusi, bukan dari jumlah perjanjian |
88 institusi | Daftar perjanjian wahana |
| Mitra unik pada perjanjian tersebut | 92 mitra | Daftar perjanjian wahana |
| Perjanjian berstatus aktif | 108 perjanjian | Daftar perjanjian wahana |
|
Evaluasi kurikulum transformatif terkirim
Skor rerata lintas peran 2,90 pada 33 wahana |
190 respons | Rekap evaluasi kurikulum (monev) |
Pertumbuhan jejaring wahana
Dua titik yang tercatat di borang. Deret lengkapnya per triwulan — dihitung dari tanggal mulai berlaku PKS pertama tiap wahana — ada pada grafik penambahan wahana.
Instrumen nasional pencapaian SDG 3 di tingkat kabupaten/kota. Jenis layanan yang dijalankan program dipetakan langsung pada dua belas jenis layanan ini.
Status capaian per jenis SPM belum didata di JEJAK, jadi kolom status sengaja dibiarkan kosong alih-alih diisi tanda centang yang tidak punya dasar. Pemetaan rinci per SPM ada pada dokumen borang, dan pengukuran capaiannya dijadwalkan bersama Dinas Kesehatan, BAPPEDA, dan Inspektorat.
Keberpihakan program bukan pernyataan nilai, melainkan kriteria seleksi lokasi yang tertulis: desa lokus dipilih justru karena kesulitannya, bukan karena kemudahannya.
| Kelompok berisiko tertinggal | Hambatan | Cara program menjangkau |
|---|---|---|
| Masyarakat desa miskin ekstrem | Ketidakmampuan membiayai dan menjangkau layanan | Kriteria lokus secara eksplisit mensyaratkan desa miskin ekstrem; dokter ditempatkan dan bertempat tinggal di desa |
| Masyarakat desa dengan akses geografis sulit | Jarak, medan, biaya transportasi | Tempat tinggal dokter dapat diakses 24 jam termasuk untuk kegawatdaruratan; layanan di Poskesdes dan Posyandu |
| Ibu hamil berisiko tinggi | Keterbatasan mobilitas, deteksi terlambat | Kunjungan rumah untuk kasus khusus; pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir sebagai bagian 12 SPM |
| Bayi, balita, dan anak usia pendidikan dasar | Ketergantungan pada pengasuh; kematian bayi Jawa Barat yang meningkat | Kegiatan Posyandu (KIA–KB–gizi); pelayanan balita dan usia pendidikan dasar |
| Lanjut usia | Mobilitas terbatas, penyakit kronis ganda | Kunjungan rumah; pelayanan kesehatan usia lanjut |
| Orang dengan gangguan jiwa berat | Stigma, isolasi, putus pengobatan | Kunjungan rumah untuk kasus khusus; kompetensi ODGJ menjadi materi wajib peningkatan kompetensi dokter desa |
| Remaja | Layanan kesehatan reproduksi dan mental kurang terjangkau | Skrining dan edukasi remaja mencakup kesehatan reproduksi dan kesehatan mental |
| Orang terduga TBC dan berisiko HIV | Stigma, keterlambatan diagnosis | Penanganan penyakit menular prioritas sebagai bagian 12 SPM |
| Penderita hipertensi dan diabetes melitus | Cakupan pengukuran dan tatalaksana yang masih rendah | Skrining dan tatalaksana penyakit tidak menular sebagai bagian 12 SPM |
| Pasien tidak mampu dan terpinggirkan (konteks pendidikan) | Kerap tidak terlihat dalam pendidikan berbasis rumah sakit | Transformative learning menempatkan mahasiswa pada kunjungan rumah pasien dan keluarga kurang beruntung, membangun kesadaran atas ketimpangan kesehatan |
Skala 1 sampai 5 dari formulir pengajuan. Keempat aspek sengaja tidak dirata-ratakan menjadi satu nilai gabungan: skor rendah pada aspek lingkungan adalah pernyataan yang disengaja, bukan kekurangan yang perlu diratakan.
Melekat pada kelembagaan dan anggaran reguler dua institusi, bukan pada hibah berdurasi tetap.
| Penopang | Isi |
|---|---|
| Tata kelola kelembagaan |
Di tingkat Universitas Padjadjaran, tata kelola Academic Health System dipegang tim PPI AHS; di tingkat fakultas, Komite AHS dan 12 Academic Club menjaga agenda akademiknya. Dari pijakan universitas itu penerapan AHS kini mulai dijajaki lintas profesi kesehatan, tidak lagi terbatas pada pendidikan kedokteran.
Academic Health System Universitas Padjadjaran |
| Sistem informasi |
Pencatatan portofolio berjalan sejak 2020 pada aplikasi Glide Portfolio Kedokteran, lalu dimigrasikan ke JEJAK. Satu sistem dipakai bersama mahasiswa, dosen, preseptor, dokter desa, dan pemangku kepentingan; halaman publik ini dibangun langsung dari basis datanya.
Yang terekam di JEJAK hari ini |
| Transfer knowledge |
Publikasi Agustian dkk., Advances in Medical Education and Practice, 2024 (akses terbuka); 13 abstrak pada WFME World Conference 2025 yang terbit di Medical Education; seminar nasional Longitudinal Integrated Clerkship atas undangan FK IPB University.
Abstrak WFME World Conference 2025 |
| Replikasi dan perluasan | 159 Wahana AHS (110 klinik dan 49 rumah sakit); adopsi dan rujukan oleh IPB University dan UPI; rencana konsorsium fakultas kedokteran menuju 2030. |
| Peningkatan kapasitas |
Pelatihan preseptor 1.854 participant-hours pada tiga domain; pembekalan dan peningkatan kompetensi dokter desa minimal sekali setahun; e-portfolio penilaian programatik.
Dokumentasi pelatihan preseptor dan pembekalan dokter desa |
| Alokasi sumber daya | Honorarium dokter desa dari APBD Provinsi Jawa Barat; seluruh honorarium preseptor dari Universitas Padjadjaran; fasilitas kesehatan, sarana operasional, dan tempat tinggal dari Pemerintah Kabupaten. Melekat pada anggaran reguler, bukan hibah berdurasi tetap. |
Publikasi dan diseminasi
Bukti bahwa pengetahuan program ini terbuka untuk ditelaah dan diadopsi pihak lain. Tiap judul membawa klaim borang yang ditopangnya, supaya tidak perlu ditebak satu per satu.
| Publikasi | Terbitan | Menopang klaim |
|---|---|---|
|
Agustian dkk., Academic Health System Framework for Health Services Transformation: A Perspective View from West Java, Indonesia.
doi.org/10.2147/AMEP.S474314 |
Advances in Medical Education and Practice, 2024 | Model AHS |
|
WFME World Conference 2025 — 13 abstrak.
Abstrak dipublikasikan di Medical Education (Wiley) doi.org/10.1111/medu.70063 |
Medical Education, 2025 | Kurikulum transformatif, UNPAD-CLIC, sistem penilaian |
| Judul | Penyaji | Menopang klaim |
|---|---|---|
| Strengthening primary healthcare through Longitudinal Integrated Clerkship: A sustainable academic health system approach at Universitas Padjadjaran | Nita Arisanti dkk. | UNPAD-CLIC dan layanan primer |
| Enhancing continuity of care and professionalism through the patient cohort method in Longitudinal Integrated Clerkships | Indah Amelia dkk. | Longcase (patient cohort) |
| Strategies for selecting health facilities in medical education: Aligning with work environments for future doctors | Insi Farisa Desy Arya dkk. | Pemilihan wahana |
| The advancement of a digital e-Portfolio to augment medical education, clinical competencies, professional conduct and student evaluation via reflective practice and remote surveillance | Muhammad Hasan Bashari dkk. | E-portfolio penilaian |
| The integration of education, research and community services through the transformative curriculum at Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran | Mas Rizky A. A. Syamsunarno dkk. | Integrasi pendidikan, riset, pengabdian |
| Correlation between self-regulated learning skills and academic performance in transformative medical curriculum implementation in Indonesia | Eko Fuji Ariyanto dkk. | Kurikulum transformatif |
| Assessing character, communication skills, critical thinking skills, collaborative competency, citizenship and creativity of the medical students in the cross year-group tutorial | Yunisa Pamela dkk. | Kurikulum transformatif |
| Fostering collaborative learning and peer teaching through cross-year-group | Yuni Susanti Pratiwi dkk. | Kurikulum transformatif |
| Using design thinking to learn physiology through project-based learning | Yuni Susanti Pratiwi | Kurikulum transformatif |
| Integrating physical wellness into curriculum: Enhancing cardiovascular learning through experiential learning | Nova Sylviana dkk. | Kurikulum transformatif |
| Assessing Professionalism in Medical Education: A Scoping Review of Valid Assessment Tools and Their Development Potential | Gracia Fernanda dkk. | Sistem penilaian |
| Mini OSCE as formative assessment for procedural skills and clinical reasoning in undergraduate medical education: Feasibility and effectiveness | Yuni Susanti Pratiwi dkk. | Sistem penilaian |
| Collaborative leadership in shaping evaluation systems: A multi-institutional approach in Indonesian medical schools | Muhammad Hasan Bashari dkk. | Replikasi dan kemitraan |
Sumber pembiayaan
| Komponen | Sumber dana |
|---|---|
| Honorarium dokter desa | APBD Provinsi Jawa Barat |
| Honorarium seluruh preseptor | Universitas Padjadjaran |
| Fasilitas, sarana operasional, tempat tinggal | Pemerintah Kabupaten |
| Total anggaran dan anggaran per tahun | Belum dirilis |
Periode pelaksanaan
| Waktu | Fase |
|---|---|
| 2020 | Reformasi kurikulum sarjana menjadi kurikulum transformatif; pencatatan portofolio mulai berjalan pada aplikasi Glide Portfolio Kedokteran |
| Desember 2022 | Pembentukan Komite AHS dan penyusunan kerangka formal |
| ±2022 | Kohort pertama mencapai tahap profesi, AHS mulai diimplementasikan di wahana |
| Awal 2024 | Jejaring wahana mencapai 40 klinik mitra |
| 11 Oktober 2024 | Publikasi model AHS pada jurnal internasional |
| Agustus 2025 | Program Dokter Desa — angkatan pertama |
| Maret–Mei 2026 | Sistem informasi dibangun ulang sebagai JEJAK dan data Glide dipindahkan — satu sistem untuk mahasiswa, dosen, preseptor, dokter desa, dan pemangku kepentingan |
| Januari–Desember 2026 | Program Dokter Desa — perluasan desa penempatan |
| Hari ini | Masih berjalan |
Bagian ini dihitung ulang setiap halaman dibuka, langsung dari catatan kegiatan operasional. Angkanya bergerak terus dan karena itu tidak sama dengan angka borang di atas, yang dibekukan pada 21 September 2026. Keduanya sengaja ditampilkan terpisah: yang satu adalah posisi per tanggal potong data, yang lain adalah posisi sistem saat ini.
JEJAK bukan dasbor yang dibuat untuk pengajuan ini. Pencatatan portofolio berjalan sejak 2020 pada aplikasi Portfolio Kedokteran di Glide, lalu dimigrasikan ke jejak.pro yang kini dipakai bersama oleh mahasiswa, dosen, preseptor, dokter desa, dan pemangku kepentingan. Halaman publik ini dibangun langsung dari basis data yang sama, tanpa entri ulang.
Desa melaporkan kegiatan per bulan
Deret ini yang menjadi dasar klaim bahwa cakupan pencatatan meluas — satu-satunya tren pada program ini yang punya banyak titik waktu benar-benar tercatat. 13 bulan terakhir yang ada datanya.
Kontribusi per Goal SDG
Diurutkan dari jumlah kegiatan terbanyak. Bilah menunjukkan proporsi kegiatan yang sudah membawa bukti berupa dokumen atau tautan terhadap total kegiatan berlabel goal tersebut.
Rollup kesehatan komunitas se-AHS untuk periode berjalan belum terbentuk, jadi bagian itu tidak ditampilkan.
Breakdown per klinik dan rumah sakit mitra, tren historis, serta peta interaktif lengkap — memerlukan akun pimpinan JEJAK.
Tiga belas indikator yang diminta panitia. Tiap indikator punya halaman bukti sendiri, dan tiap butir di dalamnya punya tautan langsung.
| No | Indikator | Butir yang diminta panitia |
|---|---|---|
| 1 |
Informasi Umum
/sdg-dashboard/bukti/informasi-umum |
Foto kegiatan; Video praktik baik; Dokumen legal/penetapan program; Dokumen profil/lokasi program |
| 2 |
Kebaruan
/sdg-dashboard/bukti/kebaruan |
Fact sheet kebaruan; Publikasi/model AHS; Dokumen kurikulum UNPAD-CLIC; Dokumen yang menunjukkan perbedaan pendekatan dengan praktik sebelumnya |
| 3 |
Efektivitas
/sdg-dashboard/bukti/efektivitas |
Rekapitulasi Monev; Data Wahana AHS; Data mahasiswa dan rotasi; Data preseptor; Data kegiatan klinis dan penilaian; Data dokter desa; Data kegiatan SDG; Data Community Project |
| 4 |
Partisipasi dan Pelibatan Multi Pihak
/sdg-dashboard/bukti/partisipasi-multi-pihak |
PKS tripartit; Petunjuk teknis; Daftar/tautan kerja sama; Bukti kolaborasi pemerintah; Bukti kerja sama perguruan tinggi; Bukti kerja sama klinik/rumah sakit; Dokumentasi komunitas |
| 5 |
No One Left Behind
/sdg-dashboard/bukti/no-one-left-behind |
Data lokasi sasaran; Dokumentasi layanan kelompok rentan; Data penerima manfaat berdasarkan kelompok; Dokumentasi layanan perempuan, anak, remaja, lansia, ODGJ/disabilitas, masyarakat miskin dan wilayah sulit akses |
| 6 |
Manfaat Sosial
/sdg-dashboard/bukti/manfaat-sosial |
Data penerima manfaat; Rekap kegiatan SDG; Data Community Project; Hasil evaluasi sebelum–sesudah; Dokumentasi kegiatan; Bukti peningkatan kapasitas kader |
| 7 |
Manfaat Ekonomi
/sdg-dashboard/bukti/manfaat-ekonomi |
Data/bukti penghematan biaya akses layanan; Data pencegahan biaya kuratif; Data tenaga profesional; Dokumen pembiayaan program; Bukti kontribusi pemerintah daerah dan Unpad |
| 8 |
Manfaat Lingkungan
/sdg-dashboard/bukti/manfaat-lingkungan |
Dokumentasi telekesehatan; Data/pembuktian pengurangan perjalanan; Dokumentasi pengendalian penyakit berbasis lingkungan; Bukti air bersih dan sanitasi di lokasi program |
| 9 |
Manfaat Tata Kelola
/sdg-dashboard/bukti/manfaat-tata-kelola |
PKS; Petunjuk teknis; Dokumen pembiayaan multi-sumber; Struktur/tim pembina; Rencana kerja bulanan; Laporan berjenjang; Data Monev; Bukti sistem pelaporan |
| 10 |
Transfer Knowledge
/sdg-dashboard/bukti/transfer-knowledge |
Publikasi Agustian dkk. 2024; Materi seminar/forum diseminasi; Kurikulum UNPAD-CLIC; Petunjuk teknis Program Dokter Desa; Dokumen Monev; Bukti publikasi/diseminasi lainnya |
| 11 |
Replikasi atau Perluasan Lokasi
/sdg-dashboard/bukti/replikasi-perluasan |
Laporan perkembangan Wahana AHS; Daftar institusi/lokasi; Data perluasan Program Dokter Desa; Bukti implementasi di kabupaten/kota lain; Bukti adopsi/rujukan oleh IPB University/UPI |
| 12 |
Peningkatan Kapasitas
/sdg-dashboard/bukti/peningkatan-kapasitas |
Rekap dan materi pelatihan preseptor; Data participant-hours; Materi pembekalan dokter desa; Bukti peningkatan kompetensi; Dokumentasi pelatihan kader; SOP; Bukti penggunaan e-portfolio |
| 13 |
Alokasi Sumber Daya
/sdg-dashboard/bukti/alokasi-sumber-daya |
Dokumen anggaran Unpad; APBD Provinsi; Bukti honorarium dokter desa; Bukti honorarium preseptor; Anggaran pelatihan; Bukti fasilitas pemerintah kabupaten; Data SDM yang terlibat |
Buka seluruh halaman bukti dukung. Angka yang terekam di JEJAK ada pada bagian Terekam di JEJAK, dan bukti per kegiatan tersedia lewat Verifikasi per kegiatan akun juri. Dokumen yang dilampirkan terpisah pada berkas pengajuan (PKS tripartit, kurikulum, KAK pelatihan) ditautkan pada butirnya masing-masing bila salinannya sudah dibuka lewat Google Drive.
Tautan bukti yang dapat dibuka tanpa akun
/sdg-dashboard/pks#pks-<id> dengan id yang sama seperti Lampiran B dokumen borang.
Publikasi media sosial dokter desa — 139 tautan
Dari catatan monitoring internal di luar JEJAK: daftar kurasi manual digabung dengan ekspor sheet monev per kegiatan (tanggal, jenis, sasaran). Unggahan kunjungan rumah per pasien sengaja tidak ditautkan.
Diletakkan sebagai bagian tersendiri, bukan catatan kaki. Angka yang belum terukur ditulis apa adanya, tidak ditulis sebagai nol.
963 evaluasi pada 732 dari 2.841 rotasi. Menaikkan cakupan ini adalah prioritas perbaikan berikutnya.
Sesi monitoring dan evaluasi belum menjangkau seluruh lokasi penempatan.
Sedang dijadwalkan bersama Dinas Kesehatan, BAPPEDA, dan Inspektorat, menggunakan cakupan 12 Standar Pelayanan Minimal sebagai instrumen ukur.
Penghematan waktu dan ongkos warga serta perjalanan dan emisi yang terhindarkan kini dihitung dari kegiatan yang tercatat, lengkap dengan asumsi dan harga satuan yang ditampilkan terbuka — tetapi tidak ada satu pun yang diukur langsung di lapangan. Skor penilaian mandiri pada kedua aspek ini sengaja dibiarkan rendah, bukan dinaikkan agar tampak seimbang.
Konteks masalah Jawa Barat, 2024
| Indikator | Kondisi 2024 |
|---|---|
| Penduduk | 50,35 juta jiwa |
| Desa | 5.957 desa |
| Kabupaten | 18 dari 27 kabupaten/kota |
| Kematian ibu | 749 (98,60 per 100.000 kelahiran hidup) |
| Kematian bayi | 5.333 (naik dari 2.959 pada 2022) |
| Tuberkulosis | 229.683 kasus |
| HIV positif | 10.638 kasus |
| Demam berdarah | 61.423 kasus (naik dari 36.608) |
| Pengukuran tekanan darah penderita hipertensi | cakupan 48,23% |
| Rasio puskesmas | sekitar 1 : 30.000 jiwa |