Bukti Dukung · Indikator 10 dari 13

10Transfer Knowledge

Pengetahuan program dibuka untuk ditelaah dan diadopsi pihak lain: publikasi akses terbuka, abstrak konferensi internasional, dan peran narasumber nasional.

6 dari 6 butir dapat dibuka tanpa akun Angka borang per 21 September 2026 Angka JEJAK dihitung saat dibuka

Butir yang diminta panitia

Disalin apa adanya dari daftar bukti panitia. Klik sebuah butir untuk langsung ke kartunya; alamat tiap kartu dapat disalin dari tautan di kaki kartu.

  1. 10.1 Publikasi Agustian dkk. 2024 Terbuka tanpa akun
  2. 10.2 Materi seminar/forum diseminasi Sebagian terbuka
  3. 10.3 Kurikulum UNPAD-CLIC Terbuka tanpa akun
  4. 10.4 Petunjuk teknis Program Dokter Desa Terbuka tanpa akun
  5. 10.5 Dokumen Monev Terbuka tanpa akun
  6. 10.6 Bukti publikasi/diseminasi lainnya Terbuka tanpa akun

Bukti per butir

10.1

Publikasi Agustian dkk. 2024

Terbuka tanpa akun

Academic Health System Framework for Health Services Transformation: A Perspective View from West Java, Indonesia — Advances in Medical Education and Practice, 2024, akses terbuka.

Bukti

10.2

Materi seminar/forum diseminasi

Sebagian terbuka

Tiga belas abstrak dipresentasikan pada WFME World Conference 2025 dan terbit di Medical Education. Pakar Unpad memimpin seminar nasional Longitudinal Integrated Clerkship atas undangan FK IPB University (Januari 2026), lalu menjadi narasumber Workshop Programmatic Assessment in Medical Education di FK dan Gizi IPB University (30 Maret–1 April 2026) bersama Prof. Erik Driessen dari Maastricht University.

Bukti

Publikasi 13 Abstrak WFME World Conference 2025
JudulPenyajiMenopang klaim
Strengthening primary healthcare through Longitudinal Integrated Clerkship: A sustainable academic health system approach at Universitas PadjadjaranNita Arisanti dkk.UNPAD-CLIC dan layanan primer
Enhancing continuity of care and professionalism through the patient cohort method in Longitudinal Integrated ClerkshipsIndah Amelia dkk.Longcase (patient cohort)
Strategies for selecting health facilities in medical education: Aligning with work environments for future doctorsInsi Farisa Desy Arya dkk.Pemilihan wahana
The advancement of a digital e-Portfolio to augment medical education, clinical competencies, professional conduct and student evaluation via reflective practice and remote surveillanceMuhammad Hasan Bashari dkk.E-portfolio penilaian
The integration of education, research and community services through the transformative curriculum at Faculty of Medicine Universitas PadjadjaranMas Rizky A. A. Syamsunarno dkk.Integrasi pendidikan, riset, pengabdian
Correlation between self-regulated learning skills and academic performance in transformative medical curriculum implementation in IndonesiaEko Fuji Ariyanto dkk.Kurikulum transformatif
Assessing character, communication skills, critical thinking skills, collaborative competency, citizenship and creativity of the medical students in the cross year-group tutorialYunisa Pamela dkk.Kurikulum transformatif
Fostering collaborative learning and peer teaching through cross-year-groupYuni Susanti Pratiwi dkk.Kurikulum transformatif
Using design thinking to learn physiology through project-based learningYuni Susanti PratiwiKurikulum transformatif
Integrating physical wellness into curriculum: Enhancing cardiovascular learning through experiential learningNova Sylviana dkk.Kurikulum transformatif
Assessing Professionalism in Medical Education: A Scoping Review of Valid Assessment Tools and Their Development PotentialGracia Fernanda dkk.Sistem penilaian
Mini OSCE as formative assessment for procedural skills and clinical reasoning in undergraduate medical education: Feasibility and effectivenessYuni Susanti Pratiwi dkk.Sistem penilaian
Collaborative leadership in shaping evaluation systems: A multi-institutional approach in Indonesian medical schoolsMuhammad Hasan Bashari dkk.Replikasi dan kemitraan

Abstrak dipublikasikan di Medical Education (Wiley) — doi.org/10.1111/medu.70063

Yang belum tersedia. Materi seminar nasional Longitudinal Integrated Clerkship di FK IPB University (Januari 2026) belum ditautkan; yang terbuka adalah materi workshop lanjutannya.

10.3

Kurikulum UNPAD-CLIC

Terbuka tanpa akun

Komponen kurikulum yang dapat direplikasi apa adanya: lima dimensi kontinuitas, tiga tahap progresi kompetensi, dan penilaian programatik berbasis e-portfolio. Daftar penyakit kohort pasien wajib disesuaikan dengan epidemiologi lokal.

Struktur kurikulum — UNPAD-CLIC

Beban studi
72 SKS dalam 4 semester
Penempatan
4–5 bulan per lokasi
Rasio preseptor
1 : 5–6 mahasiswa
Jejaring
110 klinik dan 49 rumah sakit
Sebaran
Wahana berikat perjanjian di 16 kabupaten/kota
Kelembagaan
Fakultas Kedokteran Unpad — perjanjian kerja sama per wahana

Bukti

Konteks — bukan bukti klaim ini

Dokumen kurikulum lengkap yang dilampirkan pada berkas pengajuan dapat dibuka langsung lewat tautan Google Drive.

10.4

Petunjuk teknis Program Dokter Desa

Terbuka tanpa akun

Model perjanjian kerja sama tiga pihak, tim pembina berjenjang, dan struktur pelaporan bulanan berjenjang dapat direplikasi; nomenklatur perangkat daerah disesuaikan.

Bukti

Konteks — bukan bukti klaim ini

Salinan yang dibuka lewat Google Drive berjudul Draf Pedoman Program Dokter Desa versi 21 — naskah petunjuk teknis yang dilampirkan pada berkas pengajuan.

10.5

Dokumen Monev

Terbuka tanpa akun

Instrumen dan rekap monev dokter desa dibuka: tujuh dimensi dengan rubrik skor tertulis, dan rekap agregat sesi yang sudah berjalan.

Bukti

Instrumen Instrumen monev dokter desa: tujuh dimensi, rubrik skor 1–4
DimensiSkor 1Skor 2Skor 3Skor 4
Aktivitas
Kehadiran dan konsistensi pencatatan aktivitas harian
Presensi <50%, aktivitas tidak tercatatPresensi 50–79%, aktivitas tidak konsistenPresensi ≥80%, ≥1 aktivitas/hari sebagian besar hariPresensi ≥90%, aktivitas harian lengkap & konsisten
UKM
Porsi dan keteraturan Upaya Kesehatan Masyarakat (promotif-preventif) dibanding UKP
Hampir seluruh kegiatan UKP (klinis), tidak ada UKMUKM <50%, tidak rutin (≤1x/minggu), jenis terbatasUKM 50–69%, cukup rutin (≥1x/minggu), ≥2 jenis kegiatanUKM ≥70%, rutin (≥2x/minggu), bervariasi (≥3 jenis kegiatan UKM)
Program UKM
Keberadaan dan mutu program UKM yang dirancang dokter desa
Tidak ada programProgram ada tapi tidak berjalan / tidak relevan / tidak mengacu SPMProgram berjalan, cukup relevan, mengacu 1–2 SPMProgram aktif, berbasis masalah desa, inovatif, dan mengacu ≥3 SPM
Kolaborasi
Kolaborasi dengan Puskesmas, perangkat desa, kader, atau pemangku kepentingan lain
Tidak ada kolaborasi1 kegiatan kolaboratif≥2 kegiatan kolaboratifKolaborasi aktif & berkelanjutan
Dampak
Kegiatan menjangkau sasaran, dilakukan berulang, dan menunjukkan perubahan atau peningkatan akses layanan
Tidak ada kegiatan berdampak / tidak ada sasaran jelasKegiatan ada, tapi menjangkau <10 orang/minggu dan tidak berulangMenjangkau ≥10 orang/minggu atau kegiatan berulang (≥2x)Menjangkau ≥20 orang/minggu dan ada indikasi perubahan (mis. peningkatan kunjungan, partisipasi, atau perilaku)
Profesionalisme
Sikap kerja, komunikasi, dan inisiatif dokter desa
Pasif, tidak menunjukkan peranRespons terbatas, belum ada inisiatifKomunikasi baik, mulai berinisiatifProaktif, memimpin kegiatan & mampu menyelesaikan masalah
Sistem Informasi
Kelengkapan dan kerapian pengisian sistem informasi/dashboard dokter desa
Tidak mengisi sistem informasiPengisian <50%≥80% terisiLengkap, rutin, rapi

JEJAK hari ini Rekap monev dosen pendamping terhadap dokter desa

Belum ada sesi monev dokter desa yang tercatat di basis data ini. Ringkasan menurut borang tetap tertulis pada butir Rekapitulasi Monev.

10.6

Bukti publikasi/diseminasi lainnya

Terbuka tanpa akun

Diseminasi ke masyarakat lewat unggahan edukasi dokter desa, dan ke komunitas ilmiah lewat abstrak konferensi yang dipasangkan dengan klaim borang yang ditopangnya.

Bukti

Media sosial Unggahan edukasi kesehatan dokter desa — 32 unggahan

27 unggahan lainnya

Lima teratas dipilih beragam desa (sasaran terbanyak per desa), sisanya urut tanggal.