Aktivitas Kehadiran dan konsistensi pencatatan aktivitas harian |
Presensi <50%, aktivitas tidak tercatat | Presensi 50–79%, aktivitas tidak konsisten | Presensi ≥80%, ≥1 aktivitas/hari sebagian besar hari | Presensi ≥90%, aktivitas harian lengkap & konsisten |
UKM Porsi dan keteraturan Upaya Kesehatan Masyarakat (promotif-preventif) dibanding UKP |
Hampir seluruh kegiatan UKP (klinis), tidak ada UKM | UKM <50%, tidak rutin (≤1x/minggu), jenis terbatas | UKM 50–69%, cukup rutin (≥1x/minggu), ≥2 jenis kegiatan | UKM ≥70%, rutin (≥2x/minggu), bervariasi (≥3 jenis kegiatan UKM) |
Program UKM Keberadaan dan mutu program UKM yang dirancang dokter desa |
Tidak ada program | Program ada tapi tidak berjalan / tidak relevan / tidak mengacu SPM | Program berjalan, cukup relevan, mengacu 1–2 SPM | Program aktif, berbasis masalah desa, inovatif, dan mengacu ≥3 SPM |
Kolaborasi Kolaborasi dengan Puskesmas, perangkat desa, kader, atau pemangku kepentingan lain |
Tidak ada kolaborasi | 1 kegiatan kolaboratif | ≥2 kegiatan kolaboratif | Kolaborasi aktif & berkelanjutan |
Dampak Kegiatan menjangkau sasaran, dilakukan berulang, dan menunjukkan perubahan atau peningkatan akses layanan |
Tidak ada kegiatan berdampak / tidak ada sasaran jelas | Kegiatan ada, tapi menjangkau <10 orang/minggu dan tidak berulang | Menjangkau ≥10 orang/minggu atau kegiatan berulang (≥2x) | Menjangkau ≥20 orang/minggu dan ada indikasi perubahan (mis. peningkatan kunjungan, partisipasi, atau perilaku) |
Profesionalisme Sikap kerja, komunikasi, dan inisiatif dokter desa |
Pasif, tidak menunjukkan peran | Respons terbatas, belum ada inisiatif | Komunikasi baik, mulai berinisiatif | Proaktif, memimpin kegiatan & mampu menyelesaikan masalah |
Sistem Informasi Kelengkapan dan kerapian pengisian sistem informasi/dashboard dokter desa |
Tidak mengisi sistem informasi | Pengisian <50% | ≥80% terisi | Lengkap, rutin, rapi |