Bukti Dukung · Indikator 7 dari 13

07Manfaat Ekonomi

Manfaat ekonomi sebagian besar masih potensi dan belum diukur secara khusus. Skor penilaian mandiri pada aspek ini sengaja dibiarkan sedang, bukan dinaikkan agar tampak seimbang.

4 dari 5 butir dapat dibuka tanpa akun Angka borang per 21 September 2026 Angka JEJAK dihitung saat dibuka

Butir yang diminta panitia

Disalin apa adanya dari daftar bukti panitia. Klik sebuah butir untuk langsung ke kartunya; alamat tiap kartu dapat disalin dari tautan di kaki kartu.

  1. 7.1 Data/bukti penghematan biaya akses layanan Sebagian terbuka
  2. 7.2 Data pencegahan biaya kuratif Sebagian terbuka
  3. 7.3 Data tenaga profesional Sebagian terbuka
  4. 7.4 Dokumen pembiayaan program Belum tersedia
  5. 7.5 Bukti kontribusi pemerintah daerah dan Unpad Sebagian terbuka

Penilaian mandiri aspek ekonomi

Skala 1 sampai 5 dari formulir pengajuan, ditampilkan per butir tanpa dirata-ratakan.

Penghematan biaya akses pasien 3/5
Pencegahan menekan biaya kuratif 3/5
Penyerapan tenaga profesional daerah 3/5
Efisiensi belanja kesehatan daerah 2/5

Bukti per butir

7.1

Data/bukti penghematan biaya akses layanan

Sebagian terbuka

Program membawa layanan ke rumah warga lewat dua jalur: kunjungan rumah Longcase — mahasiswa bersama dokter AHS memantau satu pasien dan keluarganya sekurang-kurangnya dua kali — dan kunjungan rumah dokter desa. Setiap kontak di rumah adalah satu perjalanan ke fasilitas kesehatan yang tidak perlu ditempuh warga: waktu tempuh dan tunggu serta ongkos perjalanan. Nilainya diestimasi dari jumlah kunjungan di JEJAK dikalikan upah per jam UMP Jawa Barat 2026 dan ongkos perjalanan, dalam tiga skenario asumsi.

Bukti

Estimasi dari data JEJAK Estimasi penghematan biaya akses layanan

Volume dari JEJAK hari ini: 1.434 laporan kasus Longcase final × 2 kunjungan rumah minimal = 2.868 kunjungan; ditambah 1.016 orang yang dijangkau kunjungan rumah dokter desa (240 kegiatan). Total 3.884 kontak layanan di rumah. Upah per jam: Rp 13.397 (UMP Jawa Barat 2026, Rp 2.317.601 (Kepgub 561/Kep.859-Kesra/2025) ÷ 173 jam).

SkenarioAsumsi per kontakNilai per kontakKunjungan LongcaseKunjungan dokter desaTotal potensi
Rendah 2 jam × 1 orang + ongkos Rp 20.000
Pasien pergi sendiri, fasilitas dekat, ongkos angkutan umum satu kali jalan pulang-pergi
Rp 46.794 Rp 134.205.192 Rp 47.542.704 Rp 181.747.896
Sedang 3 jam × 1,5 orang + ongkos Rp 30.000
Sekitar 3 jam tempuh dan tunggu; separuh pasien ditemani satu anggota keluarga
Rp 90.287 Rp 258.943.116 Rp 91.731.592 Rp 350.674.708
Tinggi 4 jam × 2 orang + ongkos Rp 50.000
Desa berakses sulit; pasien kronis/lansia selalu ditemani; ojek pulang-pergi
Rp 157.176 Rp 450.780.768 Rp 159.690.816 Rp 610.471.584

Cara membaca: skenario Sedang memberi potensi penghematan warga sekitar Rp 350.674.708 untuk 3.884 kontak layanan di rumah — nilai waktu produktif dan ongkos yang tidak perlu dikeluarkan warga. Angka ini bergerak mengikuti data JEJAK dan asumsinya terbuka untuk dikoreksi hasil survei lapangan.

Konteks — bukan bukti klaim ini

Media sosial Gambaran jarak tempuh layanan di desa lokus — 1 unggahan

Lima teratas dipilih beragam desa (sasaran terbanyak per desa), sisanya urut tanggal.

Yang belum tersedia. Ini estimasi dari asumsi yang dinyatakan, bukan pengukuran: waktu dan ongkos yang sebenarnya dikeluarkan warga per kunjungan belum disurvei, dan tidak setiap kunjungan rumah menggantikan kunjungan ke fasilitas yang pasti terjadi.

7.2

Data pencegahan biaya kuratif

Sebagian terbuka

Longcase menempatkan pasien penyakit kronis — terbanyak hipertensi, diabetes melitus, obesitas, dislipidemia — dalam pemantauan longitudinal, dan kegiatan promotif-preventif (Posbindu, Prolanis, penyuluhan) menjangkau puluhan ribu peserta. Pengendalian hipertensi terbukti menurunkan risiko stroke (penurunan sistolik 10 mmHg ≈ 27% lebih sedikit stroke, meta-analisis Ettehad dkk., Lancet 2016). Biaya kuratif yang tercegah disajikan sebagai ilustrasi dengan tarif JKN, bukan sebagai capaian.

Bukti

Ilustrasi dengan tarif JKN Ilustrasi biaya kuratif yang tercegah

824Pasien hipertensi dalam pemantauan Longcase (pasien)
465Pasien diabetes melitus dalam pemantauan Longcase (pasien)
8Bila 1% pasien hipertensi terhindar dari satu episode stroke dalam setahun (episode)
Rp 37.600.000Biaya rawat inap yang tidak terjadi (Rp 4.700.000 per episode) — rupiah
Rp 102.169.600Setiap satu pasien yang terhindar dari gagal ginjal terminal — rupiah per tahun
Biaya kuratif yang dihindariBesaranSumber tarif
Satu episode rawat inap stroke iskemik (kelas 3, RS pemerintah)Rp 4.700.000 per episodeRata-rata tarif INA-CBG stroke iskemik rawat inap kelas 3, Chetrine dkk., Pharmacy Medical Journal Unsrat
Hemodialisis gagal ginjal terminal, 2 sesi/mingguRp 102.169.600 per pasien per tahunTarif INA-CBG hemodialisis Rp 982.400 per sesi × 104 sesi

Dasar epidemiologi: penurunan tekanan darah sistolik 10 mmHg menurunkan risiko stroke sekitar 27% (Ettehad dkk., Lancet 2016). Proporsi 1% adalah ilustrasi sensitivitas, bukan hasil pengukuran pada pasien program. Kegiatan promotif-preventif lain (Posbindu, Prolanis, penyuluhan) menambah potensi ini tetapi tidak dihitung karena pesertanya belum terdeduplikasi.

Konteks — bukan bukti klaim ini

JEJAK hari ini Kegiatan lapangan per jenis layanan

Jenis layananSasaran menurut borangKegiatanPeserta tercatat
Posyandu Ibu hamil, bayi, dan balita (KIA–KB–gizi) 316 12.030
Posbindu Dewasa dan lansia — skrining penyakit tidak menular 145 10.907
Prolanis Penderita hipertensi dan diabetes melitus 55 3.005
Kunjungan Rumah Kasus khusus: ibu hamil risiko tinggi, ODGJ, lansia 240 1.016
Penyuluhan Masyarakat umum dan remaja 283 13.534
Rawat Jalan Pelayanan klinik di desa, Poskesdes, dan Posyandu 714 11.494

Peserta dijumlah per kegiatan, belum terdeduplikasi antarkegiatan. Rincian per lokasi ada pada rekap kegiatan lapangan.

Yang belum tersedia. Kejadian komplikasi pada pasien yang dipantau belum diukur sebelum-sesudah; angka di sini ilustrasi sensitivitas ("bila 1% terhindar"), bukan hasil evaluasi.

7.3

Data tenaga profesional

Sebagian terbuka

Tenaga profesional yang terserap program: dokter desa di lokasi lokus dan preseptor lapangan di wahana.

Borang · 21 September 2026 57lokasi Lokasi dokter desa
Borang · 21 September 2026 101preseptor Preseptor lapangan
JEJAK hari ini 106preseptor Preseptor unik pembimbing
JEJAK hari ini 57lokasi Lokasi dokter desa terdaftar

Bukti

Yang belum tersedia. Nilai ekonomi penyerapan tenaga profesional bagi daerah belum dihitung.

7.4

Dokumen pembiayaan program

Belum tersedia

Pembiayaan bersama dua institusi yang melekat pada anggaran reguler, bukan hibah berdurasi tetap.

Sumber pembiayaan

KomponenSumber dana
Honorarium dokter desaAPBD Provinsi Jawa Barat
Honorarium seluruh preseptorUniversitas Padjadjaran
Fasilitas, sarana operasional, tempat tinggalPemerintah Kabupaten
Total anggaran dan anggaran per tahunBelum dirilis

Yang belum tersedia. Nominal anggaran belum dirilis dan dokumen anggaran belum dipublikasikan.

7.5

Bukti kontribusi pemerintah daerah dan Unpad

Sebagian terbuka

Honorarium dokter desa dari APBD Provinsi; seluruh honorarium preseptor dari Unpad; fasilitas, sarana operasional, dan tempat tinggal dari Pemerintah Kabupaten sebagai kewajiban tertulis.

Kontribusi tiap pihak

PihakPeran dan kontribusi
Pemerintah Provinsi Jawa BaratMenetapkan kriteria dan lokus desa; menyusun dan menetapkan petunjuk teknis; APBD Provinsi untuk penghasilan dan peningkatan kompetensi dokter desa
Pemerintah Kabupaten (18 kabupaten)Mengusulkan lokus desa; menjamin fasilitas kesehatan, sarana operasional, keamanan, dan tempat tinggal layak; penerbitan izin praktik
Universitas PadjadjaranLembaga pengelola dokter desa: menyiapkan, mendistribusikan, mendampingi, mengembangkan kompetensi, membina, mengawasi, dan melaporkan

Bukti

Yang belum tersedia. Kewajiban tiap pihak terbaca pada perjanjian; bukti realisasi kontribusi per pihak belum dipublikasikan.