Tak terhapuskan
Riwayat bersifat append-only. Setiap peristiwa tercatat dengan aktor, alasan, dan tanggalnya — dan tidak pernah ditimpa oleh yang datang kemudian.
JEJAK merekam perjalanan setiap insan pendidikan kesehatan secara longitudinal dan tak terhapuskan — dari mahasiswa pra-klinik, ke profesi, ke residensi, hingga kembali sebagai dosen dan alumni yang membimbing angkatan berikutnya. Satu identitas, satu portofolio, sepanjang karier.
Satu Mini-CEX, satu OSCE, satu ujian tulis — masing-masing hanya satu titik. JEJAK membaca arah dan kerapatan seluruh jejak dari tujuh instrumen asesmen, lalu merangkainya menjadi kesimpulan kompetensi yang bisa dipertanggungjawabkan di depan komite akademik dan asesor akreditasi.
Riwayat bersifat append-only. Setiap peristiwa tercatat dengan aktor, alasan, dan tanggalnya — dan tidak pernah ditimpa oleh yang datang kemudian.
Kompetensi disimpulkan dari pola lintas banyak titik data, bukan dari satu vonis di satu hari ujian.
Berganti konteks peran tanpa keluar dari sesi. Jejak tetap menyatu pada satu identitas, sepanjang karier.
Deteksi dini mahasiswa berisiko, komite kelayakan akademik, remediasi, analitik kohort, hingga proyeksi kebutuhan tenaga kesehatan — semuanya dibaca dari jejak yang sama.
Jejaring wahana klinis, komunitas binaan, akuntabilitas sosial, dan kemitraan akademik — medan nyata tempat setiap jejak kompetensi tertoreh.
Setiap nilai OSCE, CBT, Mini-CEX, DOPS, dan Progress Test yang masuk ke JEJAK otomatis terpetakan ke area kompetensi. Prodi dapat menentukan sendiri area kompetensi sesuai kebutuhan. Radar kompetensi dan kurva persentil kohort menunjukkan posisi setiap mahasiswa dibanding angkatannya — bukan sekadar lulus atau tidak, tapi tumbuh ke arah mana.
Algoritma JEJAK memindai keterlambatan logbook, kegagalan berulang OSCE/CBT, ketidakhadiran rotasi, flag profesionalisme dari preseptor, nilai EPA yang stagnan, hingga absensi IPE — lalu menandai mahasiswa berisiko sebelum masalah membesar. Penanganan berjenjang: Tim Konseling Prodi menjadi lapisan pertama, dengan jalur rujukan rahasia ke Unit Konseling dan eskalasi ke Kaprodi bila diperlukan.
Di luar penilaian dan deteksi dini, JEJAK menghubungkan pembelajaran klinis, riset, kemitraan, hingga perencanaan tenaga kesehatan dalam satu basis data yang sama.
Logbook kasus & prosedur wizard 6-langkah, rotasi wahana, dan presensi GPS dengan verifikasi preseptor real-time.
Rekam pra-klinik hingga alumni pada satu identitas — refleksi, sertifikat, dan capaian tersimpan tanpa batas waktu.
Terintegrasi OpenAlex, CrossRef, dan ORCID; roadmap riset, kepakaran dosen, hingga tinjauan proposal dalam satu alur.
Bukti akreditasi terpetakan ke standar WFME dan SNPPDI, siap ditelusuri asesor LAM-PTKes/BAN-PT kapan saja.
Registri lisensi STR/SIP, analisis kesenjangan, dan proyeksi kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah binaan.
Monitoring MoU/PKS, pertukaran mahasiswa, dan program international office dalam satu dashboard.
Tracer study, CME/SKP, sertifikasi profesi, hingga jalur karier lanjut yang tetap tersambung ke almamater.
Meringkas catatan harian, menyarankan perbaikan tulisan, dan merapikan hasil dikte — mempercepat kerja preseptor dan dosen.
Verifikasi GPS lintas RS, puskesmas, dan klinik jejaring, plus peta distribusi wahana dan tata kelola preceptor — menutup celah presensi klinik yang rawan disalahgunakan pada institusi dengan jaringan wahana luas.
Deteksi kemiripan otomatis pada skripsi, tesis, dan tugas akhir — menjawab sorotan integritas akademik yang makin ketat dari Dikti.
Buku Panduan Pengguna JEJAK yang lengkap hanya bisa dibaca setelah masuk — berikut ringkasannya per kelompok modul, supaya institusi bisa menilai kedalaman platform sebelum membuat akun.
Setiap orang yang menyentuh pendidikan kesehatan meninggalkan tapaknya — dan JEJAK memberi masing-masing pintu masuknya sendiri, dengan hak akses yang tepat dan riwayat yang menyatu.